Tuesday, 28 January 2014

7 Hotel Gua Termewah Di Dunia

1. Gamirasu Cave Hotel 
Hotel Gua Gamirasu berada di Desa Ayvali, Turki, sebuah biara yang telah berdiri seribu tahun lalu dan memiliki 18 kamar. Dan belakangan dimanfaatkan menjadi sebuah hotel. 

2. Sala Silver Mine 
Tambang Silver Sala di Sala, Swedia, sudah ada sejak 400 tahun lalu! Kini dimiliki oleh pemerintah dan sebagian besar dijadikan museum. Namun, ada satu kamar suite yang bisa disewa 155 meter ke bawah. Tambang ini juga dapat disewa untuk pesta pernikahan, pertemuan, dan acara lainnya. 
3. White Cliffs Underground Motel 
White Cliffs Underground Motel di New South Wales, Australia adalah merupakan peninggalan pertambangan batu opal di wilayah Australia. Motel ini menawarkan ruangan yang dingin. 
4. The Underground Motel 
Penginapan lain, yaitu The Underground Motel di Coober Pedy, Australia, juga di wilayah pertambangan opal, dan merupakan bukit batu pasir. Ada enam kamar standar dan dua suite tersedia, semua dengan jendela dan beranda depan. 
5. Null Stern Hotel 
Hotel Stern Null, Teufen, Swiss, merupakan hotel mewah yang dibangun dari bekas sebuah bunker nuklir. Setelah setahun, dibangun, sebagian dari tempat ini berubah menjadi museum. Tapi pendiri hotel ini mencari lokasi lain untuk memperluas konsep Hotel Stern Null. 
6. Cuevas Pedro Antonio de Alarcon
Kamar gua dari Cuevas Pedro Antonio de Alarcon di Guadix, Spanyol, pernah menjadi rumah pribadi. Pemilik membeli serangkaian gua untuk menjaga mereka dari cuaca buruk. Dari 23 kamar di gua, termasuk suite dengan kamar tidur ganda dan satu khusus untuk pengantin baru. 


7. Les Hautes Roches
Les Hautes Roches di Loire, Perancis, tampak seperti sebuah rumah bangsawan yang indah. Memiliki 14 kamar, dua di gedung utama, dan 12 diukir dari batu bukit di tepi Sungai Loire. Gua pernah menjadi asrama dari Abbey Marmoutier dan direnovasi menjadi sebuah penginapan pada tahun 1991.

Cumantujuh.blogspot.com

Monday, 27 January 2014

7 Kisah Mitologi Mengenai Asal Mula Siang Dan Malam

Sejak dahulu kala manusia selalu ingin mempunyai penjelasan atas apapun, termasuk di dalamnya asal mula siang dan malam di bumi. Ini menyebabkan manusia terdahulu menciptakan berbagai cerita atau kisah mitologi yang menjelaskan hal tersebut. Berikut 7 kisah mitologi mengenai asal mula siang dan malam di bumi.

1. Mitologi Jepang
Kisah mitologi Jepang mengenai siang dan malam melalui Amaterasu, Susanoo, dan Tsukuyomi
Berdasarkan sejarah terciptanya Jepang, dahulu kala ada 3 dewa bersaudara anak dari Izanagi dan Izanami. 3 Dewa ini adalah Amaterasu si Dewi Penguasa Matahari dan Langit, Tsukuyomi si Dewa Penguasa Bulan dan Malam, dan Susanoo si Dewa Penguasa Badai dan Laut.

Suatu hari, Amaterasu memerintahkan Tsukuyomi untuk pergi ke Bumi dan mengunjungi si Dewi Makanan, Uke-Mochi. Untuk menyambut Tsukuyomi, Uke-Mochi memuntahkan beras, ikan, dan hewan lainnya ke Bumi. Hal inipun juga digunakan Uke-Mochi dalam perjamuannya. Tsukuyomi yang mengetahui hal ini merasa terhina dan membunuh si Dewi Makanan, Uke-Mochi.

Sesudah ia kembali ke langit, Tsukuyomi menceritakan semua kejadian yang ia lakukan ke Amaterasu. Amaterasu yang mengetahui hal itu merasa malu dan benar-benar marah atas Tsukuyomi. Ia kemudian bersumpah untuk tidak pernah lagi menemui saudaranya tersebut. Oleh karena itu, begitu Matahari terbenam, maka Bulan akan kabur dari Matahari untuk mengulang siklus tersebut selamanya.


2. Mitologi Filipina
Apolaki dan Mayari dalam kisah mitologi Filipina mengenai siang dan malam
Dalam mitologi Filipina dikenal dewa Apolaki si penguasa Matahari dan saudara perempuannya, Mayari si penguasa Bulan. Pada awalnya, kedua dewa ini berada di bawah kekuasaan ayah mereka, Bathala si Penguasa Langit dan Dunia. Sayangnya, singkat cerita kekuasaan Bathala berakhir dengan kematian Bathala dalam perperangan. Inipun menyebabkan Apolaki dan Mayari berebut kekuasaan.

Apolaki ingin menjadi penguasa tunggal dari langit dan dunia, sedangkan Mayari ingin berbagi kekuasaan dengan Apolaki. Dalam pertempuran mereka, Apolaki berhasil membutakan Mayari. Sesudah pertempuran, Apolaki terus merenungkan tindakannya dan secara perlahan menyesali hal tersebut. Sebagai bentuk permintaan maafnya, Apolaki setuju untuk membagi kekuasaan langit dan dunia dengan Mayari.

Pertama, Apolaki akan berkuasa dengan matahari, kemudian Mayari akan melanjutkannya. Namun karena ia sudah kehilangan sebelah matanya, pada saat ia berkuasa maka kekuatannya tidak sekuat Apolaki, membuat bulan lebih gelap. Inilah yang menjadi cikal bakal siang dan malam.


3. Mitologi Aztec
Tecciztecatl dan Nanauatl dalam kisah Aztec mengenai Siang dan Malam
Pada awalnya ada 4 dewa berbeda yang menjadi matahari. Akan tetapi semua lenyap karena permusuhan dengan dewa lain. Pertempuran terus terjadi untuk menentukan siapa yang menjadi dewa matahari selanjutnya. Akhirnya, tidak ada Dewa yang berani mengajukan diri karena takut pertempuran terjadi kembali dan dunia berada dalam kekacauan. Hal ini menyebabkan kegelapan mengelilingi dunia. Perundingan kemudian terjadi untuk menentukan siapa yang menjadi dewa berikutnya, dan siapapun yang dipilih harus siap mengorbankan dirinya untuk menjadi Dewa Matahari berikutnya.

Dua dewa dipilih, yakni Tecciztecatl dan Nanauatl. Kemudian api agung diciptakan sebagai tempat pengurbanan kedua dewa ini. Tecciztecatl yang harusnya melompat pertama kali ketakutan dan mundur sebanyak 4 kali. Dewa-dewa lain menjadi lelah dan meminta Dewa kedua Nanauatl untuk melompat. Nanauatl melompat tanpa takut dan akhirnya menjadi Matahari. Harga diri Tecciztecatl yang sudah terluka membuatnya melompat belakangan.

Akhirnya 2 matahari tecipta dari api tersebut, namun Para Dewa tidak menyukai ide tersebut dan melemparkan kelinci ke matahari Tecciztecatl, membuat ia tergigit dan lebih gelap, itulah yang menyebabkan terciptanya Bulan. Tecciztecatl yang menginginkan cahayanya terus mengejar Nanauatl si Matahari. Itulah penyebab perputaran siang dan malam.

4. Mitologi Lakota
Kisah Wi dan Hanwi dalam mitologi Lakota yang memulai Siang dan Malam
Lakota, suku lokal Amerika, yang terkadang juga disebut sebagai suku Sioux, namun nama itu disebut melecehkan mereka. Seperti kebanyakan mitologi lainnya, dalam Mitologi Lakota dikenal Dewa Matahari dan Dewi Bulan. Dewa Matahari adalah Wi sedangkan Dewi Bulan adalah Hanwi.

Dalam sebuah perjamuan, Wi si Dewa matahari tidak bersama dengan pasangan seharusnya yakni Hanwi si Dewi Bulan. Ia malah memilih seorang manusia biasa, Iktomi untuk mendampinginya. Skan, si Dewa Langit marah dan memutuskan untuk menghukum Hanwi atas perbuatannya itu. Skan mengambil kembali Hanwi dari Wi dan membuatnya berkuasa atas malam hari, sedangkan ia menghukum Wi dengan membuat berkuasa atas siang hari, tidak pernah diperbolehkan untuk melihat Hanwi untuk selamanya. Terkadang karena malu atas perbuatan Wi, Hanwi akan menutup sebagian mukanya dan ini dikenal sebagai siklus bulan.

5. Mitologi Inuit
Kisah Anningan dan Malina mengenai mitologi Inuit asal mula bulan dan matahari
Inuit adalah kaum yang tinggal di wilayah dingin Amerika, Kanada dan Greenland. Dalam mitologi mereka dikenal Dewi Matahari Malina yang tinggal dengan kakaknya Anningan, si Dewa Bulan. Suatu hari mereka bertengkar sangat hebat dan kejadian menjadi sangat buruk. Dalam pertengkaran itu, Malina melempar minyak hitam panas ke muka Anningan. Menyesal atas perbuatannya, ia kabur dari rumah dan menjadi Matahari.

Anningan yang marah mengejarnya sampai pada batas dimana ia berubah menjadi Bulan. Hal ini terus terjadi secara terus menerus dan pertukaran bulan dan matahari sebgai perwakilan siang dan malam terus terjadi. Namun terkadang Anningan lupa untuk makan dan menjadi kurus, hal ini dilambangkan menyerupai siklus bulan seperti setengah bulan, bulan sabit dan seterusnya.


6. Mitologi Mesir
Ra si Dewa Matahari akan mati saat matahari terbenam dan hidup kembali saat matahari terbit
Bersama dengan kisah Roma, Norwegia, Yunani, mitologi mesir juga adalah salah satu yang paling dikenal. Dalam mitologi Mesir, Ra si Dewa Matahari dipercaya sebagai satu-satunya Dewa Mesir yang tidak tinggal di Bumi melainkan tinggal di langit.
Dengan kulit suryanya yang melambangkan Matahari, ia akan mengelilingi 12 provinsi. Hal ini melambangkan 12 jam setiap harinya dan menciptakan siang hari. Akan tetapi, Ra akan meninggal setiap terbenamnya matahari, hal ini menyebabkan kegelapan di dunia yakni malam. Dalam kematiannya, ia akan pergi ke akhirat, melawan iblis ular bernama Apep. Begitu waktu terbit, dipercaya bahwa Ra berhasil mengalahkan Apep sekali lagi dan melanjutkan kembali perputaran tersebut.

Di malam hari, Khonsu si Dewa Cahaya Bulan akan menggantikan Ra mengelilingi dunia untuk mengarahkan orang-orang ke tujuannya. Ia juga bertugas untuk melindungi hewan liar, meningkatkan kejantanan pria, membantu penyembuhan, meningkatkan kesuburan dan memastikan udara segar di malam hari.


7. Mitologi Mesopotamia
Shamash si Dewa Matahari dalam mitologi mesopotamia mengenai asal mula siang dan malam
Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar nama Mesopotamia, yakni tempat lahirnya banyak peradaban pertama mencakup Sumerian, Akkadian, Amorite, Hittite, kassite dan seterusnya. Dalam kepercayaan mereka Dewa Matahari dikenal sebagai Shamash, anak dari Dewa Bulan, Sin. Ia digabarkan sebagai seorang dewa yang adil dan penuh kebenaran.

Setiap hari, ia akan terbit dari barat, bersama dengan cahaya matahari bersinar dari pundaknya. Namun tugasnya tidak hanya terbatas ke dunia, ia juga harus melakukan hal tersebut di akhirat. Oleh karena itu ia akan pergi ke barat dan terbenam, menciptakan kegelapan dan malam sebagai sisa kemunculannya. Tugas lain dari shamash adalah menghakimi roh orang yang sudah meninggal.

Cumantujuh.blogspot.com

7 Jenis Penderita Fobia Paling Aneh

http://www.tanyadok.com/wp-content/uploads/2013/10/Ruangantertutup_fobia.jpg



Sebagian orang memiliki rasa takut berlebihan terhadap dunia yang kita tinggali. Terkadang, rasa takut itu terkesan tidak masuk akal bagi orang lainnya. Misalnya saja, takut terbang, takut akan ruang sempit, atau takut terhadap laba-laba. Selama ini, kita telah kenal beberapa jenis fobia yang umum di masyarakat dan dikutip dari unikgaul.com. Namun, jenis fobia berikut ini mungkin tidak pernah terlintas di benak Anda.

1. Ablutophobia: Rasa takut untuk mandi, mencuci, atau membersihkan badan. Banyak ditemukan pada anak-anak dan kaum wanita dibandingkan pria.

2. Alektorophobia: Rasa takut berlebihan terhadap ayam. Bahkan ada sebagian orang yang sudah dilanda gelombang ketakutan saat melihat bulu atau telur ayam. Sementara untuk sebagian orang, rasa takutnya itu hanya sebatas menyentuh daging ayam yang belum dimasak.

3. Bromidrosiphobia: Jarang sekali ada orang yang berpikir bahwa ia memiliki bau badan. Namun, orang-orang yang mengalami bromidrosiphobia selalu dihantui rasa takut berlebihan bahwa badannya mengeluarkan aroma yang sangat bau, sehingga bisa membuat orang lain pergi.

4. Caligynephobia: Rasa takut berlebihan terhadap wanita yang cantik. Hal ini bisa dialami baik oleh wanita maupun pria. Rasa takut ini kemungkinan muncul akibat pengalaman buruk dengan wanita cantik.

5. Somniphobia: Orang-orang yang mengalami kondisi ini merasa takut untuk pergi tidur, karena mereka juga takut tidak akan bisa terbangun lagi atau akan bermimpi buruk. Kebanyakan penderita fobia ini akan minum minuman atau pil mengandung kafein, sehingga bisa tetap terjaga. Sayang sekali, padahal tidur sangat penting bagi kesehatan dan jiwa, ya.

6. Dendrophobia: Rasa takut terhadap pohon dan hutan. Penderitanya akan merasa takut untuk memasuki area hutan atau semak-semak berdaun lebat. Mereka mungkin percaya bahwa pohon akan bisa melukai mereka. Apalagi ditambah dengan kegelapan di dalam hutan dan desiran angin yang bisa membuat mereka semakin takut dan dilumpuhkan rasa takut.

7. Heliophobia: adalah rasa takut terhadap matahari dan sinarnya. Para penderitanya akan memilih untuk selalu berada di dalam ruangan dan menutup semua jendela atau celah-celah yang bisa diterobos oleh sinar matahari. Tak jarang, para penderita fobia ini sering diberi julukan "vampir" karena takut terhadap sinar matahari langsung.
 
Cumantujuh.blogspot.com